Inilah 6 Jenis Cacat Las pada Material Industri

Las merupakan aktivitas untuk merekatkan atau menyambung suatu benda dengan memanfaatkan panas. Namun, seringkali ditemukan kualitas dari sambungan las tidak terlalu bagus atau yang disebut cacat las ( Defect Weld).

Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan cacat las seperti panas yang terlalu tinggi, kurangnya pasokan listrik ke mesin las, dan juga human eror.

 dapat menyebabkan berbagai masalah seperti komponen atau material yang dilas tidak bisa digunakan lagi untuk produksi, menimbilkan kecelakaan kerja dan juga menambah biaya operasional karena harus melakkukan perbaikan.

Secara teori, cacat las terjadi akibat area disekitar lokasi sambungan material yang dilas mengalami siklus termal hingga terjadi deformasi.

Lalu, apa saja jenis-jenis cacat las ?? berikut ini ulasannya :

 

6 Jenis Cacat Las

 

Cacat Las Kurang Menyatu (Lack of Fucion)

Cacat ini disebabkan karena adanya celah atau lubang pada bagian lasan logam atau material. Penyebabnya antara lain adalah kurangnya energi panas pada saat proses las, permukaan material tertutup debu dan kotoran ketika dilas, dan juga teknik las yang salah.

Material Berlubang

Ketika daya panas yang dikeluarkan pada saat proses pengelasan terlalu berlebih maka dapat menyebabkan material yang dilas menjadi berlubang. Maka dari itu, besarnya energi panas yang digunakan harus diperhatikan.

Distorsi

Cacat las ini terjadi akibat kontraksi pada material yang dilas selama proses pengelasan sedang berjalan sehingga mendorong ataupun menarik material logam yang sedang dilas. Penyebab utamanya karena panas yang digunakan terlalu besar.

Kurang Penekanan Ketika Proses Pengelasan (Lack of Penetration)

Cacat ini terjadi karena ketika proses pengelasan berlangsung material logam yang dilas kurang ditekan sehingga tidak bisa terasmbung secara penuh. Cacat ini biasanya disebabkan kurangnya supplai arus listrik, ukuran elektroda yang salah ditentukan dan perancangan sambungan las yang tidak sesuai.

Retak (Crack)

Cacat berupa retak atau crack merupakan jenis cacat las yang paling sering terjadi. Ada 3 jenis retakan yaitu retakan panas, retakan dingin dan macrofissure.

Slag Inclusion (Cacat Gumpalan)

Bentuk dari cacat ini yaitu adanya gumpalan pada bagian sambungan las. Penyebab utamanya yaitu adanya kontaminasi dari udara, kotoran dan juga debu pada material yang dilas. Maka dari itu, material atau komponen harus dibersihkan terlebih dahulu sebelum dilas.

Semua jenis kondisi cacat las sebenarnya bisa dianalisa secara visual atau dilihat secara langsung tapi hasil analasinya tidak terlalu akurat. Ada alat yang bisa mendeteksi cacat material secara akurat yaitu Ultrasonic Flaw Detector. Alat ini mampu mendeteksi cacat pada sambungan las dengan menggunakan gelombang ultrasonic.

Jika Anda mencari tempat jual ultrasonic flaw detector maka Anda berada di website yang tepat.NDT-Indonesia menjual berbagai jenis ultrasonic flaw detector berkualitas dengan harga yang terjangkau. Informasi pemesanan dan konsultasi silakan hubungi kami di nomor Telepon: (021) 29563045, Whatsapp: 0857 4065 2657, Email: sales.ndtindonesia@gmail.com




Produk Terkait dengan artikel Inilah 6 Jenis Cacat Las pada Material Industri

Ultrasonic Flaw Detector NOVOTEST UD3701
Ultrasonic Flaw Detector NOVOTEST UD3701
Ultrasonic Flaw Detector NOVOTEST UD2301 (mini)
Ultrasonic Flaw Detector NOVOTEST UD2301 (mini)
Ultrasonic Thickness Gauge NOVOTEST UT-1M
Ultrasonic Thickness Gauge NOVOTEST UT-1M