Penyebab Kerusakan Pada Pondasi Bangunan

Masyarakat umum pastinya sudah tidak asing dengan beton, pembangunan di Indonesia pastinya membutuhkan beton sebagai pondasi dari hampir seluruh infrastruktur yang ada mulai dari jembatan ,gedung maupun rumah menjadikan beton sebagai pondasi struktur bangunan. beton dipilih sebagai pondasi bangunan sebab cirikhas beton yang keras dan kuatlah, yang menjadikan beton sebagai pondasi yang layak untuk bangunan, namun walaupun beton memiliki cirikhas yang kuat dan keras pembuatan beton bangunan masih banyak pembuatan yang dilakukan dengan asal ataupun tidak sesuai hingga dapat menurunkan kualitas beton yang akan menjadi struktur bangunan, apabila kualitas beton pada bangunan buruk akan dapat memunculkan retakan-retakan pada permukaan, retakan tersebut tentunya tidak dapat dihiraukan sebab dapat meluas dan berdampak pada seluruh bagian bangunan, untuk dapat mengetahui nilai/kualitas pada beton bangunan dilakukan pengujian pada struktur bangunan menggunakan pengujian Ultrasonic Pulse Velocity Test ataupun crack meter untuk melakukan pengukuran pada retakan.

Kerusakan pada beton memang sering terjadi, muncul nya retakan pada beton juga sering terjadi pada bangunan, faktor-faktor yang biasanya dipengaruhi oleh faktor Kerusakan pada pembuatan dan kerusakan setelah pembuatan, yang meliputi:

Faktor pembuatan beton

  • Sifat Pada beton

Sifat pada beton tentunya menjadi hal penting untuk menjadikan beton sebagai pondasi yang layak, namun sifat beton tersebut dapat mengalami penurunan akibat dari kesalahan pembuatan beton yang berupa kesalahan volume air yang di campurkan pada saat pembuatan beton ,hingga dapat menurunkan daya kuat pada beton.

  • Suhu

Dalam pembuatan beton yaitu bagian pengerasan, suhu yang digunakantidaklah boleh sembarangan sebab apabila suhu campuran material dari beton terus mengalami peningkatan panas, beton akan mengalami keretakan atau mudah mengalami retak.

  • Material

Tentunya material beton merupakan hal yang penting sebab, beton terdiri dari gabungan beberapa material yang di campurkan, apabila campuran material memiliki kualitas yang rendah dapat di pastikan beton ketika jadi mudah mengalami keretakan dan tidak kuat untuk menahan bangunan.

Faktor setelah pembuatan

  • Lingkungan

Faktor lingkungan merupakan salah stu penyebab terjadinya kerusakan/keretakan pada beton bangunan, kerusakan tersebut terjadi biasanya akibat beton yang terpapar cuaca hujan ataupun terjadinya gempa yang dapat mempengaruhi kondisi beton

  • Beban

Beban yang berlebihan erupakan faktor utama terjadinya kerusakan/keretakan pada beton bangunan, kerusakan tersebut muncul akibat beban berat yang secara berlebihan diletakan pada atas pondasi bangunan hingga menyebabkan kerusakan, kerusakan yang di akibatkan oleh pembebanan yang berlebihan merupakan kerusakan yang berbahaya dan harus segera ditangani sebab kerusakan tersebut dapat menyebar ke bagian bangunan yang lain nya.

Dari penyebab tersebutlah yang menjadikan pondasi bangunan mengalami keretakan atau kerusakan, untuk memperbaiki kerusakan tersebut diperlukan nya langkah awal dalam penanganan nya, diperlukan pengujian ultrasonic pulse velocity test yang dilakukan untuk mengetahui kualitas dari beton bangunan dan kerusakan yang terjadi pada beton bangunan, PT Testindo sebagai perusahaan yang berpengalaman dalam pengujian audit struktur bangunan membuka jasa ultrasonic pulse velocity test, yang akan dikerjakan oleh ahli dalam pengujian, untuk melakukan pemesana jasa tersebut dapat menghubungi PT Testindo pada nomor: 0813-9929-1909 atau 0821-1460-7782 dan Email: sales@testindo.com