Proses Dalam Assessment Bangunan

Setiap bangunan pastinya memerlukan pondasi yang kuat, dengan adanya pondasi yang kuat pastinya bangunan dapat dengan baik menahan beban berat yang berapada pada bangunan, namun daya kuat pada pondasi bangunan dapat mengalami penurunan, maka dari itu pengelolah bangunan harus rajin melakukan pengejekan ataupun pengujian yang dilakukan pada bangunan dengan tujuan untuk dapat mengetahui kualitas material dan daya kuat suatu bangunan, lalu apabila bangunan mengalami penurunan daya kuat diperlukan nya suatu perbaikan yang dilakukan  pada bangunan, tentunya dalam melakukan perbaikan suatu bangunan tidak dapat dilakukan dengan sembarangan, perbaikan bangunan memiliki tahapan-tahapan yang penting dilakukan sebelum dilakukan perbiakan yaitu pengamatan dan pengujian yang dilakukan pada bangunan, yang bertujuan membantu dalam menghasilkan data kerusakan pada bangunan agar perbaikan dilakukan secara maksimal, biasanya pengujian dan analisa tersebut dengan assessment bangunan.

Pengujian-pengujian assessment bangunan biasanya meliputi

  • Ultrasonic Pulse velocity test
    Ultrasonic pulse velocity test merupakan salah satu pengujian dari assessment bangunan yang dilakukan untuk mengetahui kualitas mutu pada beton bangunan, dengan menggunakan alat khusus yang dapat melakukan pengukuran mengguankan gelombang ultrasonic.
  • Pengujian Rebar scan
    Pengujian rebar scan ini merupakan sebuah pengujian yang dilakukan untuk melakukan pengukuran terhadap ketebalan selimut beton  dan jarak antara tulangan beserta besar diameter tulangan.
  • Hammer Test
    Pengujian yang dilakukan untuk mengetahui kekuatan pondasi beton bangunan.
  • Coredrill/coring beton
    Pengujian coredrill merupakan salah satu dari pengujian assessment bangunan yang bersifat Destructive test, pengujian ini dilakukan dengan pengambilan sample pada beton bangunan lalu diuji laboratorium, untuk mengetahui kualitas mutu pada beton bangunan.

Dari pengujian assessment tersebut menunjukan betapa penting nya melakukan suatu pengujian pada struktur bangunan yang akan diperbaiki, dan tentunya pengujian tersebut akan menghasilkan data-data yang bermanfaat dalam melakukan perbaikan, selain itu assessment bangunan merupakan syarat wajib yang dilakukan pengelolah bangunan sebelum pembangunan maupun selama bangunan berdiri untuk mandapatkan sertifikat layak fungsi pada bangunan yang dikeluarkan , syarat tersebut tertera pada Permen PU No 25/PRT/M/2007, manfaat lain dari assessment bangunan yaitu:

  1. Melakukan identifikasi dari kerusakan yang terjadi
    Identifikasi pada kerusakan merupakan hal penting sebab gangguan atau kerusakan pada bangunan yang terjadi berulang-ulang akan dapat menimbulkan kerusakan kembali.
  2. Efisiensi biaya perbaikan bangunan
    Data yang dihasilkan dari pengujian akan dapat meminimalisir biaya dari perbaikan bangunan.
  3. Melakukan analisa terhadap kerusakan serta gangguan dengan profesional
    Pengujian assessment bangunan biasanya dilakukan oleh profesional yang berpengalaman hingga kerusakan dan gangguan pada bangunan dapat teridentifikasi secara valid.

PT Testindo Sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang pengujian bangunan, telah berpengalaman dalam melakukan pengujian assessment bangunan dan audit struktur bangunan, menyediakan jasa audit struktur bangunan / jasa assessment banguan yang akan dikerjakan oleh seorang profesional dan berpengalaman sehingga hasil dari pengujian akan mendapatkan data secara valid, untuk pemesanan jasa tersebut dapat menghubungi PT Testindo pada nomor:  021-2956-3045 atau sales@testindo.com